deviant art

Deviant Login Shop  Join deviantART for FREE Take the Tour
[x]
more ▶

Featured in Groups:

Details

August 28, 2009
Link
Thumb

Statistics

Comments: 32
Favourites: 0
Views: 72 (0 today)
[x]
*DataFolder.log_entrysys99827*
-Connecting.....

Fhum, saya pingin bicara banyak dan terus terang, maafkan bila mengganggu saudara-saudarku sekalian nantinya, tapi hal ini benar2 mengganggu dan menusuk2 di kepala, baik dikarenakan oleh pihak Malaysia, maupun dari Indonesia sendiri.
Dan tolong maafkan juga bila nanti saat anda membaca ini sampai akhir, tulisan ini menjadi cukup acak, plotnya mondar-mandir gitu. Mohon dimaklumi, walaupun umur saya masih sekitar awal-awal kuliah, tapi saya punya penyakit jantung, walau nggak sebegitu parah, dan itu cukup mengganggu saluran darah ke otak dan bisa membuat pikiran saya kacau.

Tadi sempet liat juga, ada TKI dipukuli sampe babak belur, tapi terus dipukuli sampe nggak tau nasibnya kaya apa. Jika ada yang berpikir, "Itu terlalu barbar" sampai mengepalkan tangan dan menaikkan amarah, coba lihat ke diri kita sendiri. "Tuan rumah duduk di meja, maka tamu duduk angkat kaki". Seberapa banyak hal serupa yang ada di dalam negeri kita sendiri? Kita lihat jika yang melakukan itu dari Malaysia sana, kita bisa bilang, "Toh kalau mereka lihat tayangan ini sendiri pasti juga ada yang malu". Kita bisa bilang gitu. KITA. Tapi apa yang kita komentari pas kita lihat kaya geng nero, tawuran, dll. Ya bener, kita sudah bingung kenapa itu bisa terjadi, tapi DENGARKANLAH GENERASI MUDA! YANG BISA MEMBUAT ORANGTUAMU BERTEPUK TANGAN, MENGELUS DADA DENGAN BANGGANYA, BERGEMBIRA DAN SENANG HATI DI TANAH INI, YA KALIAN SENDIRI! JANGAN CUMA BISA TUDING-TUDINGAN DOANG! KUKIRA IKLAN ROKOK 'TALK LESS DO MORE' SUDAH CUKUP BERMAKNA UNTUK KALIAN! PANTAS AJA ADA NEGARA LAIN YANG MAMPU MENGINJAK-INJAK GURUNYA SENDIRI!

Tak tahukah kalian? Orang-orang tua, para veteran-veteran kita, semua berkata dengan nafas berat, "Dulu kita mengirim guru untuk mengajar di Malaysia". Saya kuliah di UII, dan masih ingat kata-kata pak wakil dosen saat itu. "... Dulu saya sampai susah mau kuliah, karena dosen saya pernah tiba-tiba dipanggil untuk mengajar di Malaysia..." Kita punya banyak prestasi, banyak keunggulan. Tau, dulu kita di mata internasional kaya apa? "Indonesia hebat ya, mereka merdeka dengan keringat dan darah perjuangan mereka sendiri". Itu DULU. Sekarang? "Wah, dulu pas Indonesia ditawarin merdeka sama Jepang, mestinya terima aja ya. Coba kalau diterima, kita punya banyak teknologi canggih, dan punya back-up Jepang". Sungguh menyedihkan. Sekali lagi, kita punya bakat, kita punya kemampuan, kita unggul, kita kuat, KITA MAMPU untuk membuktikan pada dunia bahwa kita juga world-class. Generasi-generasi baru kita sudah luar biasa. Kita pun mampu memecahkan rekor Hari Kemerdekaan termegah, dengan pelaksanaan upacara di 3 lapisan bumi, bawah tanah, bawah air, dan diatas gunung. Seumur hidupku belum pernah kudengar ada negara yang melakukan hal seperti itu. Orang lain berkata "Wah, kok kaya kurang kerjaan gitu, kan bisa dengan parade besar saja cukup". Saya akan menjawab, "Jadi kalian hanya mencintai negeri kalian sebatas tanah dan batu saja?" begitu saja, tidak ditambahkan "Tidakkah kalian bangga dengan apa yang dimiliki 'tanah dan batu' kalian?". Pada beberapa orang nasionalis, itu sudah cukup memanaskan mereka untuk membuat mereka mengepalkan tangan dan membuat mereka ingin mengayunkan kepalan itu kepada orang yang mengatakannya. Orang bilang negeri kita kaya, seperti setetes kecil surga yang jatuh ke bumi. NAMUN APA YANG TERJADI DENGAN PANDANGAN SURGA ITU?! Salah satu pembicara saat ospek kemarin juga bilang pada saat akhirnya, "... Saat di akhirat nanti, penduduk negara kita akan banyak yang masuk surga, karena kita nerakanya sudah di dunia". Serentak saya bisa mendengar tawa, namun saya tidak bisa menganggapnya sebagai suatu hal yang lucu. Kenapa kita mau 'dinerakai' saat di dunia, padahal kita tidak yakin apakah kita akan masuk surga atau neraka? Dan saya ingat kita cukup berbuat baik, beribadah, berdoa, dan sebagainya untuk tetap di jalan menuju surga, kenapa pula kita harus merasakan neraka di dunia? Saya tidak habis pikir. Kita dulu dikatakan bahwa kita adalah negara yang kuat, gagah, kokokh, perkasa, dan lain sebagainya. Namun ternyata akhirnya kita dibilang "Negara yang hanya bisa berjuang". Entah apa saja yang ingin saya katakan pada kalian Indonesia, namun saya sudah cukup muak dengan semua hal yang telah terjadi, inipun sudah agak kumat lagi jantungnya. Biarlah saya katakan beberapa hal lagi, sedikit lagi. Toh kalau sampa nanti jadi kacau balau sampai koma, yang penting saya sudah mencucurkan semua beban.
Saya ingin kalian berpikir lagi, kalau misalkan kalian sudah merasa muak juga, mohon untuk yang ini saja.
Pikirkan, siapa yang merdeka lebih dulu? Siapa yang merdeka dengan jerih payah sendiri? Jika kalian berpikir kita lebih layak untuk disebut lebih senior daripada mereka, maka bertindaklah layaknya seperti halnya senior, bukan malah membalas tindakan mereka dengan pemikiran DANGKAL seperti anak kecil. Negara kita sudah lebih tua, lebih layak dihormati, namun mereka bertindak seperti murid menendang gurunya. Bila kalian sampai hati untuk 'terpanasi' melalui semua tulisan ini, maka mohon hilangkan semua itu. Jangan bertindak seperti anak kecil. Itu saja untuk sedikit akhiran, karena bila saya menuliskan lebih banyak lagi, saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Dan ini bukanlah seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil, mungkin hanya 1% dari keseluruhan beban yang ada di kepala ini. Biarlah bila saya tumbang saat tulisan ini selesai, tidak banyak yang akan terjadi. Asal sedikit sudah tertuang, itu sudah cukup.

Hanya dengan memikirkan hal-hal begini, mendengar bahwa ada hal yang seperti ini lagi, baru dengar, belum dipikir, sudah bikin jantung saya mulai kumat, bikin pusing. Kesalahannya? Ada di kedua belah pihak. Cukup saya menulis ini semua dengan mengorbankan seluruh nafasku, biarlah ini semua kalian sendiri yang menentukan, walau sebenarnya saya berpikir ini akan menjadi suatu pengorbanan yang sia-sia. Saya belum pernah meneteskan airmata kepada siapapun, apapun, namun hanya dengan menulis ini, mata saya sudah berair, sudah seperti air yang ada di ujung sebuah kendi. Cukuplah saya berkomentar tentang Indonesia, karena bila saya berkomentar tentang mereka juga, tidak akan berguna. Sampai sini saja dulu, nafas saya sudah sangat sesak, jantung sudah di ambang batas, ditambah lagi ini sudah campur beberapa kekesalan.

-Disconected-
*Omni-091718 - Out*
  • Mood: Anger
  • Listening to: ...
  • Reading: ...
  • Watching: ...
  • Playing: ...
  • Eating: ...
  • Drinking: ...
Add a Comment:
 
:icona-231:
gw suka cara pandagnya neh me bro!! :evillaugh:

gw ga suka sama indonesia bukan negarana.. tapi yang ngatur.!! sama watak masarakat nya kek terlalu nuntut banyak etc.. tapi gw lebih ga suka klo tanah kelahiran gw di injak2 pake sepatu kotor... hahaha.. dateng ny dari dalem negeri jg c.. pemerintah di bilang kurang keras ya cuman manggut2 aja... masa hrs di kudeta dolo trs angkat senjata baru ngerti tuh negeri sebrang.. haha

padahal indo potensi nya gede di banding negara berkembang laen nya.. hoaamh... dah akh politik molo bikin sakit ati liat pejabat yang taunya duid doank mah.. wkwkwkw

dan klo sistemnya gini terus yang namanya pancasila di mata pemerintah hrs di ganti.. "Keuangan yang maha ESA.." wtf... lol
Reply
:iconquantum-force:
~quantum-force Aug 30, 2009  Student General Artist
Ga bisa nyalahin orang lain kl diri kita sendiri belom bener...
Reply
:icona-231:
emg.. gw jg termasuk salah satu yang di bilang pegang prinsip "keuangan yang maha esa.. " wkwkk

abis lingkungan mendukung..!!
Reply
:iconquantum-force:
~quantum-force Aug 30, 2009  Student General Artist
Eah, ada uang ada barang ya XD
Ga bisa dibantah soal itu sih...

Lha ini jg mau ga mau harus ada kerja, ga kerja ga makan, ya tho?
Reply
:icona-231:
WAKakakak iya bro!! uang ga penting.. tapi smua nya butuh uang!!:rofl:
wakwkakwa dah jadi hukum alam baru itu!! :evillaugh:

dah akh.. ngomongin uang brangkat kerja dolo~
Reply
:iconsabrinatan72:
nyaaaaah~
panjaaaaang banget.....
pucing bacanya +_+"

hm...sebenarnya...
saya merasa emosi pada Malaysia karena...
awalnya, mereka MENCURI, tapi,,,setelah mencuri itu, mereka malah MELECEHKAN Indonesia.....
<<ato mungkin gw yg salah berita ya???

sebenarnya, saya ingin tau...
apa yg membuat mereka berani sampai menghina lagu Indonesia Raya sampai segitu kasarnya?? (marah kah? iseng kah?? tersinggung??)

melihat lagu kebangsaan kita di aransemen sampe begitunya, saya jadi merasa kesal sekali....
mungkin ini yang namanya rasa nasionalisme ya?
coz, dulu gw ga peduli sama Indonesia =_="
tapi sekarang, jadi ga senang kalo hal" milik bangsa Indonesia direbut...
Reply
:iconquantum-force:
~quantum-force Aug 30, 2009  Student General Artist
Kesombongan kita, mungkin?
Kita sebenarnya banyak yang ngedukung, bahkan Amerika sekalipun. Tapi kita saking sombongnya, support mereka diacuhkan. Dan mereka yang tahu itu, memanfaatkan perilaku kita sendiri untuk memicu apapun yang mereka inginkan.
Terserah apapun itu, mereka tentu saja tidak berhak untuk melakukan begitu pada pemasok bahan mereka. Kutanya dengan jelas dan tegas aja; mereka punya apa??
Lha mereka saking miskinnya sampe nyolong kayu di tempat kita gitu buktinya, berarti kan miskin banget.
Tinggal semua hubungan dagangnya diputus aja. Dagang, transport, kl bisa khusus ke mereka, ditutup smua. Emang sih, mereka masih punya yang lain, tapi mereka kan gak bodo2 amat. 'Ada yang deket kok cari yang jauh? Ada yang murah kok cari yang mahal?' gitu kan?
Reply
:iconwildgrape:
~Wildgrape Aug 28, 2009  Hobbyist Digital Artist
waduh...
saya bener2 prihatin sama dunia ini...
saya bingung, kenapa negara lain sama menginjak injak indonesia...? apa alasannya ya...?
o iya...
beberapa waktu yang lalu terjadi bom di kuningan saat tim sepak bola MU mau datang ke indo.
apa ini ada hubungannya dengan kejadian yg sekarang ini?
Reply
:iconquantum-force:
~quantum-force Aug 28, 2009  Student General Artist
Ada banyak alasan yang bisa ditarik dari hal ginian.
Ada yang bilang ini-itu, tapi ga ada yang jelas.
Kalau mereka memang bertindak seenaknya berdasarkan diri mereka sendiri, berarti mereka cuma kaya anak orang kaya yang terlalu dimanja, ga bisa apa2, cuma bisa berlindung dengan menggunakan ancaman orangtua mereka(agak ngerti maksudnya ga?)

Soal bom itu, motif aslinya kurang jelas. Karena terorisnya sendiri bilang, target mereka adalah antek2 Amerika, lha negara kita jelas2 cuma jadi korban pasar doang, kok bilangnya kita anteknya, ni orang bego atau gimana... Negara kita kecil, tapi jiwanya besar. Kita ga punya siapa2 di belakang kita, paling2 PBB. Kita bangsa kecil, namun kita tetap mempertahankan harga diri kita. Buktinya, kita malah sudah banyak mengirim bantuan kemana2, padahal kl diliat2, orang dengan mudahnya bilang, "Indonesia punya apa?". Dengan begitu, siapa sebenarnya yang lebih terhormat?

Kl masalah itu, si teroris sendiri dibilang dari sana juga, jadi tambah ribet dah -.-"
Reply
Add a Comment: